RSS

Siapa Laki Laki Itu

24 Mar

image

Apa
kabarmu disana nak?
Dikota yang berjarak dua jam
perjalanan dari sini, apa kau masih
mengingat orang tua renta ini? Yang
setiap saat tak henti mendoakan
segala yang terbaik untukmu.
Ah.. ayah ingat ketika siang itu,
sebelum berangkat kekota, dengan
wajah malu-malu kau bercerita
tentang niat seorang laki-laki untuk
meminangmu. Kau tahu nak_ sudah
lama ayah bersiap untuk menanti
kabar ini, kabar tentang seorang
yang akan membawamu pergi jauh
dari ayah. Kabar tentang laki-laki
yang meminta pengalihan tanggung
jawab dari ayah.. sungguh sudah
lama ayah mempersiapkan diri. Tapi
tetap saja siang itu ayah terkejut,
meski mungkin tidak begitu terlihat
diwajah ayah.
Siapa dia nak? Siapa laki-laki yang
berani memintamu dari ayah? Bawa
dia kesini… biar ayah lihat dulu,
seberapa mampu dia meyakinkan
ayah bahwa dia akan
memperlakukan dan menjagamu
tidak kurang dari ayah. Bawa dia
kesini nak… biar ayah nilai dulu,
seberapa tulus dia menyayangi dan
membimbingmu tidak kurang dari
ayah. Ayo bawa dia kesini… biar
ayah pertimbangkan dulu, seberapa
baik agamanya, seberapa besar
tanggung jawabnya, dan seberapa
sabar dia menghadapi putri kecil
ayah.
Nak_ ayah tahu siang itu akan
datang, siang yang mengharuskan
ayah untuk menyadari bahwa putri
kecil ayah akan segera
menggenapkan setengah agamanya,
dengan bakti pada dia yang belum
ayah kenali. Padahal dimata ayah,
kamu masih gadis kecil yang
beberapa waktu lalu merengek minta
dibelikan benang untuk layangan,
sebab teman-teman seusiamu yang
rata-rata laki-laki sudah punya
benang yang panjang untuk
layangan mereka. Rasanya kamu
masih gadis kecil ayah yang
mengadu dengan mata berkaca-kaca
bahwa benang layangannya telah
kusut, yang terkantuk-kantuk
menunggui ayah memperbaikinya
agar bisa bermain lagi esok paginya.
Yang dulu melempar sepatunya
kelaut sebagai alasan meminta ayah
mengizinkanmu bermain air. Yang
dulu membongkar tas ayah, mencari
receh untuk celengan ayammu diatas
lemari.
Dan kemarin, ketika dengan izin
ayah, kau pergi berkenalan dengan
keluarga besarnya. Kembali ayah
harus segera menyadari bahwa binar
yang kau bawa pulang itu tidak
biasa, binar yang belum pernah ayah
lihat ketika dengan antusias kau
bercerita. Sebenarnya nak, ayah
cemburu. ayah mencemburui dia
yang tiba-tiba datang tapi sudah
mampu menghadirkan getar-getar
rasa yang terlihat dirona wajahmu.
Tapi percayalah nak, kecemburuan
itu segera ayah tepis, ayah usir
dengan keyakinan bahwa posisi
ayah dan posisinya itu tidak disatu
tempat. Bahwa warna cinta untuk
ayah tidak sama dengan warna cinta
untuknya. Ayah tidak salah, bukan?
Sedikit pesan ayah… setelah nanti
kau ayah serahkan dengan
disaksikan oleh para malaikat.
Jadilah pendamping yang patuh nak,
yang senantiasa bersyukur dan
berterimakasih, yang menjaga diri
dan hartanya, yang tidak mudah
menuduh dan menyakiti hatinya,
yang menyimpan rahasia dan
menutupi aibnya. sebab tidak mudah
untuk menjadi seorang suami, tidak
mudah untuk menjadi orang yang
bertanggung jawab penuh terhadap
orang lain, yang harus menjaga
dirinya dan ahlinya dari api neraka.
Jadi sekali lagi nak… jangan bebani
dia, tapi bantulah dia sesuai peran
yang kau punya.

Source

 
 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: